Iman secara bahasa berasal dari bahasa
Arab “Amana –Yu’minu – Imanan” artinya mempercayai, meyakini dan
membenarkan. Kata “Iman” serumpun dengan kata “Aman” artinya
aman, damai dan selamat sejahtera. Kata aman identik dengan kata amanah artinya
orang mukmin harus dipercaya ucapannya, perbuatannya dan bertanggung jawab
apabila diberikan amanah, sehingga tercipta kehidupan yang damai selamat
sejahtera. Secara istilah, iman adalah :
اَلْلأِيْمَانُ عَقَدْ بِالْقَلْبِ وَاِقْرَارٌباِلِلسَانِ
وَعَمَلٌ باِلْاَرْكَانِ (رواه ابن ماجه)
Artinya :
“iman adalah mempercayai dalam hati diucapkan dengan lisan dan
diamalkan dalam bentuk perbuatan.”(H.R. Ibnu Majah)
Iman kepada Allah artinya percaya
seyakin-yakinnya bahwa Allah itu ada, Maha Esa, Esa dalam sifat-Nya, zat-Nya
dan Esa dalam perbuatan-Nya. Agar keimanan seseorang menjadi kokoh dan mantap
maka perlu kiranya didasari oleh dalil-dalil yang memperkokohnya, baik dalil
naqli maupun dalil aqli. Secara rasional (dalil aqli) mustahil Tuhan itu
terbilang (banyak), karena jikalau banyak akan terjadi perselisihan faham
akibatnya pasti alam ini tidak eksis lagi bahkan hancur. Karena itu, Allah Maha
Esa dan Maha tunggal, buktinya alam ini dapat berjalan dengan teratur.
sedangkan secara naqli (Al-qur’an dan hadits), sebagaimana firman-Nya :
ذلكم
الله ربكم ج لااله الاهو جخلق كل شيء فاعبدوه جوهوعلى
كل شيءوكيل
Artinya :
“Itulah Allah,Tuhan kamu:tidak ada Tuhan selain
Dia,pencipta segala sesuatu, maka sembahlah ia,Dia lah pemelihara segala
sesuatu.”(Q.S. Al-An’am[6] : 102)
Zat Tuhan tidak dapat dilihat, bukan
berarti sesuatu yang tidak dapat dilihat disebut tidak ada, sebab tidak semua
yang ada itu dapat dilihat secara kasat mata. Contohnya, dalam tubuh manusia
ada jiwa(roh) yang tidak seorang pun mampu untuk melihatnya, akan tetapi semua
orang percaya bahwa dalam tubuh manusia ada kekuatan roh
yang menggerakkan tubuhnya, sebab jika roh itu lepas maka matilah manusia.
Demikian pula zat Allah,sekalipun akal fikiran manusia tidak mampu mencapai
pengetahuan tentang hakikat zat-Nya, bukan berarti Tuhan tidak ada. Akan tetapi
Allah ada, yang mampu melihatnya hanyalah Dia sendiri, Allah berfirman :
لاتدركه الابصاروهويدرك الابصار جوهواللطيف الخبير
Artinya
:
“Dia
tidak dapat dicapai oleh penglihatan manusia,sedang Dia dapat melihat segala
penglihatan itu dan Dialah yang Maha Halus,Maha Teliti”(Q.S. al-An’am[6]:103)
0 comments:
Post a Comment